17 Tahun; Hanya Untuk Tidur
MUHASABAH MASA
‘DEMI MASA’ manusia sering terlupa
Sehari = 24 jam
Satu TAHUN ?
12 Bulan
52 Minggu
365 Hari
525.600 Menit
31.536.000 Detik
RATA-RATA UMUR MANUSIA
“Umur umatku berkisar antara 60-70 tahun. Sangat sedikit diantara mereka yang umurnya melampaui kisaran itu.”
(HR. At-Tirmidzi 3550, Ibnu Habban 7/246 dan Ibnu Majah 4236, shahih).
BALIGH
Baligh : permulaan untuk seseorang diperhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia.
Laki-laki baligh 15 tahun. Wanita baligh 12 tahun. Usia yang ada untuk beribadah kepadaNya, rata-ratanya:
Mati – baligh = sisa usia => 65 – 15= 50 tahun
50 TAHUN DIGUNAKAN UNTUK APA?
50 tahun = 18.250 hari = 458.000 jam
12 jam siang hari
12 jam malam hari
24 jam sehari semalam
MARI MUHASABAH BERSAMA….
Waktu tidur 8 jam/hari
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18.250 hari x 8 jam=146.000 jam= 16 tahun 7 bulan ; dibulatkan jadi 17 tahun.
Sayang waktu 17 tahun ahbis digunakan untuk tidur, padahal akan tertidur dari dunia untuk selamanya…
Aktivitas di siang hari 12 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang dipakai untuk aktivitas = 18.250 hari x 12 jam = 219.000 jam = 25 tahun.
Aktivitas di siang hari : ada yang bekerja, bercinta, belajar, mengajar, sekolah, kuliah, makan sambil jalan-jalan dan lain-lain.
Waktu istirahat 4 jam
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai untuk istirahat = 18.250 hari x 4 jam= 73.000 jam = 8 tahun.
Istirahat : nonton TV, melihat film, nongkrong, ngrumpi dan atau juga termenung di buai khayalan.
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun
KAPAN BERIBADAH?
Allah ada berfirman;
“Tidak diciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah”.
Maut datang menjemput tak pernah bersahut, malaikat datang menuntut datang untuk merenggut, manusia tak kuasa untuk berkata-kata, Allah maha Kuasa atas syurga dan neraka, Terimalah bagianmu seadanya…
Memang benar!
Menuntut ilmu itu ibadah, kalau niatnya untuk ibadah. Tetapi jika belajar agar mudah mencari pekerjaan, lain perkara. Sekiranya belajar itu tidak membantu menambah pendapatan, tidak belajar…
Memang benar!
Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana?
Tidak sedikit orang yang bekerja untuk hiup bermewah-mewahan dan amat kurang sedekahnya. Dan bagaimana pula yang tidak peduli halal haram.
Lalu Kapan Beribadah?
Mungkin shalat 5 waktu dianggap sudah mencukupi…
Karena shalat wajib itu besar pahalanya. Shalat amalan pertama yang dihisab. Shalat untuk membuka pintu syurga…
Benarkah shalat itu mencakupi dan diterima? Berapa banyak shalat dalam 50 tahun?
1 shalat = 10 menit…
5x shalat = 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai untuk shalat
= 18.250 hari x 1 jam = 18.250 jam = 2 tahun
Waktu 50 tahun didunia hanya 2 tahun untuk shalat. (ini kalau shalat 10 menit! Kalau shalat express seperti ayam patuk tanah, bagaimana?)
2 tahun dari 50 tahun kesempatan…
Itu pun belum tentu shalat bermakna dan diterima.
Dan sepertinya pahala shalat 2 tahun tidak sebanding dengan perbautandosa-dosa selama 50 tahun; dalam percakapan kadang dusta, baik sengaja atau tidak, dalam pembicaraan sering mengiris hati orang tua, dalam harta kekayaan yang sering pelit terhadap orang faqir, dalam setiap perbuatan kadang bergelimang dosa…
***
Secara logika Wallahu a’lam :
Dengan kondisi demikian umat akhir zaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian… terlalu banyak masa yang terbuang sia-sia selama manusia hidup di dunia dan semua itu akan menjadi bencana…
PENYELESAIAN :
Tiada kata terlambat walaupun waktu berlalu cepat. Menggunakan hidup dengan sesuatu yang bermanfaat. Meninggalkan yang sia-sia. Muhasabah dosa-dosa. Ingat-ingat negeri akhirat.
Allahumma salimna…
Allahumma salimna…
Allahumma salimna…
Ditulis ulang oleh agoez3, dari Majalah Mutiara vol 60
18 KIAT MEMOTIVASI DIRI
Pada saat seseorang berhadapan dengan alternatif untuk menjadi seorang yang optimis atau pesimis, sesungguhnya dia sedang memutuskan sesuatu yang “besar”. Sebab, satu dari dua alternatif yang dipilih itu akan menentukan apakah orang tersebut akan merasa termotivasi atau akan berada dalam situasi dan kondisi yang demotivasi. Penggambaran yang gamblang tentang apa sebetulnya tujuan yang ingin dicapai merupakan modal awal yang sangat berharga. Sebab untuk benar-benar membuat diri dan kehidupan kita hidup, langkah kongkret mesti diambil.Kreasi baru dapat dilakukan bila motivasi sudah merajuk dalam jiwa. Seperti air mengalir, akan pindah dari suatu tempat ketempat lain.
Kiat-kiat yang dapat membantu Anda yang ingin agar dirinya memahami, apa sebetulnya yang bisa Anda lakukan.
Ciptakan Visi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” kita saat pagi menjelang. Sesuatu yang membangkitkan gairah hidup itu adalah visi. Visi harus dibentuk dan diciptakan dan jangan ditunda. Visi yang sudah Anda tetapkan boleh saja dirubah tapi jangan pernah berpikir untuk kosong dan tidak memiliki visi.
Jauhi keinginan bersenang-senang
Bergembira untuk melepas lelah dan kepenatan tidak dilarang karena sangat diperlukan untuk membuat fisik dan mental Anda rileks sehingga tantangan berikutnya dapat dihadapi dengan lebih siap, tapi jangan hidup dalam budaya bersenang-senang terus.
Gunakan perangkat yang Tepat
Dalam keadaan gembira, unsur-unsur kimia dalam tubuh berubah dan membuat motivasi serta energi seperti diperbaharui. Tapi, jangan terjebak mencari kegembiraan “di luar” diri Anda, sebab kegembiraan itu belum tentu ada disana, dia ada dalam diri Anda. Carilah yang cocok untuk merasa gembira sehingga mampu menggairahkan motivasi Anda.
Kembangkan terus Tujuan Anda
Apa yang tidak mereka capai sesungguhnya disebabkan perumusan tujuan hidupnya dirumuskan sangat sederhana, atau terlalu samar. Akibatnya? Mereka tidak memiliki kekuatan. Padahal untuk mencapai sesuatu kita mesti tertantang untuk mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya.. Yang membuat motivasi kita bangkit sebetulnya adalah perumusan target yang besar tapi spesifik.
Tetapkan Saat Kematian
Anda boleh bahkan perlu memikirkan saat kematian datang meskipun gejala kearah itu belum tampak jelas. Mampu membayangkan saat-saat terakhir hidup, sesungguhnya merupakan saat-saat yang penuh sensasi. Anda dapat membayangkan bagaimana masa-masa menjadi anak, lalu bagaimana mulai tampil sebagai pribadi yang memiliki kreasi besar.
Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Secara perlahan-lahan tinggalkan teman-teman yang memang tidak dapat mendorong Anda mencapai tujuan hidup. Sebab, siapapun teman yang Anda gauli, seharusnya mampu menghadirkan perubahan. Hidup bersama dengan orang yang optimis sellu membuat kita berpikir, kemungkinan-kemungkinan tidak pernah tertutup.
Dekati Rasa Takut
Sisi lain rasa takut adalah rasa aman dan keberuntungan. Pada saat dapat mengatasi rasa takut, saat itu Anda berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda memiliki kemampuan untuk menjadikan hidup lebih baik.. Jika perasaan takut ini muncul, pejamkan mata seolah-olah takut itu tidak pernah ada.
Membuat Jadwal Comeback
Upaya untuk pencapaian target tidak selamanya berupa jalan lurus, bisa jadi berliku, tanjakannya tinggi, turunannya sedikit. Meski begitu Anda tetap dapat merencanakan. Ambil kalender, tentukan saat merenung serta menyembuhkan diri. Bagi Anda yang sedang dalam posisi aman dan menguntungkan, langkah ini perlu juga diambil. Melakukan pembaharuan pada saat berada di atas, baik sekali. Rencanakan untuk menjauhi hal-hal tertentu, termasuk mungkin yang selama ini paling Anda sukai. Bila kelak Anda sampai pada saat yang menyenangkan itu lagi, rasanya akan lebih nikmat, sebab Anda sudah dalam kondisi diperbaharui.
Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah
Setiap jalan keluar mengandung masalah baru. Bila kita memandang masalah sebagai kutukan, kita akan merasa makin sulit termotivasi. Sebaliknya bila kita selalu siap akan munculnya sebuah masalah, kita sudah menyisakan energi sehingga motivasi tetap tinggi.
Awali dengan Rasa Senang
Banyak orang baru merasa senang bila target yang ditetapkan tercapai. Tetapi, bukan tidak mungkin keberhasilan itu tidak pernah datang. Dalam kondisi demikian Anda harus berhasil menjelaskan bahwa apa yang belum Anda capai itu bukan hasil dari kekuatan atau kemampuan Anda. Dengan begitu, Anda akan selalu merasa bahagia pada setiap langkah perjalanan karier atau hidup.
Berlatih dengan Keras
Anda ingat sebuah lagu yang dibawakan oleh Achmad Albar “Dunia ini adalah Panggung Sandiwara” .Kita harus berlatih terus bila ingin berperan dengan baik. Prinsipnya tidak ada yang tidak dapat kita hadapi kalau pada masa depan ternyata kita mampu mengatasinya. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap “adegan”. Ingatlah sebuah peribahasa: “berakit-rakit dahulu, berenang-renang ketepian”.
Membuka Masa Depan
Tugas kita pada saat kini adalah berlatih dengan penuh konsentrasi. Kita tidak hidup di masa lalu dan di masa mendatang. Fokuslah pada apa yang harus kita lakukan atau menetapkan tujuan. Buatlah moto “kini dan di sini” (right here and now) .
Kembangkan Permainan
Hikmah dari sebuah permainan, selalu ada yang lebih baik dari kita. Kalau kita berpacu untuk mengalahkan sesesorang, sesungguhnya kita sedang “memanggil” sesuatu yang lebih atau kuat dari dalam diri kita. Ingatlah bukan bagaimana lebih baik dibanding orang lain, tapi jadilah lebih baik diandingkan diri sendiri.
Lihat ke Dalam Diri Anda
Banyak dari kita menunggu penilaian diri dari orang lain. Memang baik selama masukannya positif. Namun bila berlangsung terus, kita sebetulnya dalam keadaan bahaya, sebab panggambaran diri kita jadi tergantung pada penilaian orang lain. Lihatlah ke dalam dan ciptakan sendiri ke dalam dan ciptakan sendiri kesan yang Anda inginkan tentang diri Anda.
Berangkat Perang
Untuk berperang kita tidak perlu menunggu datang bencana. Ciptakan sendiri tantangan yang dapat membuat Anda mengeluarkan kemampuan terbaik. Joan of Arc pernah berujar: “setiap perang muncul memiliki dua kemungkinan; akan Anda menangkan, atau sebaliknya, tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.
Ciptakan Perubahan Sekecil Apapun
Kalau ingin jadi pelukis, konsekuensinya Anda tidak boleh gemetar memegang kuas. Percayalah bahwa hal-hal kecilpun terasa menarik bila dikerjakan dengan cara yang berbeda. Tidak ada yang sia-sia dari sebuah perubahan, meskipun kecil.
Lakukan dengan cara Konyol
Kadang-kadang kita tidak mengerjakan sesuatu karena takut tidak mampu melakukan dengan baik atau beralasan “sedang menunggu ilham”. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Bila merasa tidak termotivasi padahal anda perlu melakukan sesuatu, kerjakan dengan cara konyol (badly). Nikmati setiap bagian pekerjaan yang Anda lalui.
Biasakan bertanya
Pada saat bertanya tentang sesuatu, bayangkan seuah pemikiran kritis, “apakah kita tidak bisa melakukannya dengan lebih kreatif? Jangan pernah puas dengan apa yang Anda lihat, munculkan sikap menolak dengan tujuan membuat Anda lebih kreatif.
Biarkan Berjalan
Biarkan motivasi diri berkembang dan hilangkan rasa grogi serta keraguan, dengan begitu Anda akan segera menemukan perkembangan.
Curahkan Seluruh Kehidupan Anda Hari Ini
Hari ini merupakan bentuk mini dari keseluruhan hidup Anda. Motivasi diri ditentukan dari bagaimana kita memandang penting tidaknya hari ini.
sumber : http://www.i-news.co.nr/
Komentar Terakhir